Sukoanyar, Kab. Mojokerto - Kementerian Sosial (Kemensos) mengklaim penyaluran bantuan sosial (Bansos) telah melebihi 80 persen per Selasa, 29 November 2022. Bansos yang telah disalurkan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) triwulan keempat, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) per 3 Bulan (Oktober, November, Desember), dan BLT BBM Tahap II per 2 bulan (November, Desember).
Bahkan untuk penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) sudah mencapai 90 persen. Data tersebut diketahui dari penyaluran bansos di Kantor PT Pos Indonesia untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Besaran BPNT yaitu Rp200 ribu/bulan, sehingga total yang diterima KPM per 3 bulan Rp600 ribu. Sedangkan untuk BLT BBM yaitu Rp150 ribu per bulan sehingga total diterima per 2 bulan Rp300 ribu.
Harry menjelaskan Kemensos menggandeng PT Pos Indonesia dalam penyaluran bantuan sosial ini dengan beberapa alasan. Pertama, hasil evaluasi penyaluran-penyaluran sebelumnya menunjukkan bahwa PT Pos Indonesia mampu menyalurkan bantuan dengan cepat dan bisa mengurangi hambatan dalam penyaluran.
PT Pos Indonesia (Persero) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) tahap 2 kepada 20,65 juta penerima. Selain itu, pada November-Desember 2022, Pos Indonesia juga menyalurkan PKH dan Bansos Sembako.
Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia, Haris, mengatakan, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk triwulan-IV diberikan kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan besaran nominal bantuan beragam mulai Rp255 ribu hingga Rp3,9 juta bergantung hak penerima.
Sementara bantuan sembako triwulan IV akan disalurkan kepada 18,8 juta KPM, dengan nominal bantuan Rp200 ribu.
“Penyaluran BLT BBM tahap 2 ini istimewa, sebab berbarengan dengan penyaluran Bansos Sembako dan PKH. Karena menyalurkan tiga bantuan, uang yang disalurkan cukup besar sehingga butuh persiapan dengan baik, mitigasi risiko terkait pengamanan,” kata Haris dalam keterangan tertulis, Senin (28/11/2022).
Walau demikian, Haris menegaskan PT Pos Indonesia siap menyalurkan bantuan. Sebab, sebelumnya telah berkali-kali dipercaya menyalurkan bantuan sehingga telah memiliki pengalaman.
“Penyaluran BLT BBM merupakan kegiatan rutin bagi Pos Indonesia, sehingga secara persiapan insyaAllah kita sudah siap. Harusnya kita menyalurkan mulai 20 November, namun secara resmi penyaluran baru dimulai pada Senin/Selasa (21/22 November) menunggu data penerima,” ujarnya.
Seperti penyaluran bantuan sebelumnya, kali ini pada penyaluran BLT BBM tahap 2, PKH, dan bansos sembako pun dilakukan dengan tiga metode, yaitu penyaluran di Kantorpos, di komunitas, dan diantarkan langsung kepada KPM (door to door) yang berusia lanjut, disabilitas, maupun sedang sakit.
Haris menyebutkan nyaris tidak ada kesulitan berarti yang dialami petugas Pos saat menyalurkan bantuan. “Kesulitan secara umum tidak ada. Hanya saja karena menyalurkan tiga bantuan dengan nominal bervariasi hingga pecahan kecil, petugas mesti berkoordinasi dengan bank untuk menukarkan uang pecahan kecil misalnya 5 ribu, 10 ribu. Tidak dalam kelipatan ratusan ribu.Karena nominal bantuan cukup besar, ada KPM yang menerima hingga Rp3 jutaan, saya ingatkan kepada teman-teman di lapangan agar menaati SOP penyaluran. Mengecek undangan yang dibawa KPM, verifikasi data. Kami ingatkan saat proses pembayaran uang betul-betul dihitung di depan penerima, jangan setelah keluar dari kantorpos baru komplain,” katanya menegaskan.
Terkait penyaluran BLT di wilayah 3T (terpencil, terluar, tertinggal) Haris optimistis petugas Pos telah terlatih mengatasi tantangan yang dihadapi. “Petugas saat menerima data sudah maping (memetakan) lokasi penerima dan Kantorpos tedekatnya. Kemudian berkoordinasi dengan pemangku daerah untuk penjadwalan penyaluran. Kita menyiapkan transportasi, berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait dan aparat keamanan,” ujarnya.
Lebih lanjut Haris menuturkan harapannya bantuan segera tersalurkan agar bisa dimanfaatkan oleh penerima. Sebab, BLT BBM, PKH, dan bansos sembako berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konsumsi masyarakat.
“Berdasarkan statistik yang ada kenapa pemerintah menyalurkan bantuan secara tunai, ternyata memang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Masyarakat yang menerima uang lantas membelanjakannya, sehingga ekonomi tumbuh. Menurut saya bantuan ini sudah tepat sasaran. Bantuan disalurkan secara tunai melalui PT Pos Indonesia, masyarakat penerima bisa menggunakan uang sesuai kebutuhannya. Kita juga berharap penerima memanfaatkan sesuai peruntukan. Kita harapkan masyarakat terbantu, ekonomi bergerak bisa tumbuh,” kata Haris.
Sumber : tirto.id dan inventor.id
Disampaikan dan dipublikasikan oleh : Operator website Desa Sukoanyar