You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Sukoanyar
Desa Sukoanyar

Kec. Ngoro, Kab. Mojokerto, Provinsi Jawa Timur

DESA SUKOANYAR KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO -- selengkapnya...
Iklan

Menutup dalam 10 detik

Gelar KTT G20 , 15-16 November 2022. Apa itu KTT G20 ?

Administrator 13 November 2022 Dibaca 351 Kali
Gelar KTT G20 , 15-16 November 2022. Apa itu KTT G20 ?

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 akan diselenggarakan pada 15-16 November 2022. Sebagai tuan rumah, Indonesia memilih Bali sebagai lokasi pelaksanaan KTT G20. Menjelang pelaksanaannya, rasanya akan kurang lengkap tanpa membahas hajatan besar yang satu ini.

Melansir djkn.kemenkeu.go.id, G20 atau Group of Twenty adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia, yang terdiri atas 19 negara dan satu lembaga Uni Eropa. G20 merupakan representasi lebih dari 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen PDB dunia.

Anggota G20 antara lain Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa. G20 pertama kali dicetuskan pada 1999 oleh anggota G7 dengan merangkul negara-negara maju dan berkembang di dunia untuk mengatasi krisis dunia yang melanda Asia, Rusia, dan Amerika era 1997-1998.

Secara umum, G20 memiliki tujuan mencapai pertumbuhan global yang kuat, inklusif, berkelanjutan, dan seimbang. Dikutip dari bi.go.id, pada awalnya, G20 adalah sebuah pertemuan antara Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentra dari negara-negara anggota. Namun, sejak 2008, G20 menghadirkan Kepala Negara dalam KTT.

Pada 2010, pembahasan KTT G20 meluas hingga ke sektor pembangunan. Sejak saat itu G20 terdiri atas dua pilar utama, yaitu Pikar Keuangan (Finance Track) dan Pilar Sherpa (Sherpa Track). Kedua pilar tersebut membahas isu-isu baik ekonomi maupun non ekonomi. Setiap pilar dimaksud memiliki kelompok kerja yang disebut Working Groups.

Di samping dua pilar tersebut, juga terdapat pilar bernama Engagement Groups. Dilansir dari kemlu.go.id, track ini merupakan sebutan untuk sepuluh komunitas yang berasal dari berbagai kalangan profesional yang mendiskusikan berbagai topik pembahasan.

Setiap kelompok Engagement Group memiliki peran penting bagi pemulihan global, terutama melalui gagasan konkrit dan rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran untuk para pemimpin G20.

APBDes 2024 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.745.785.855,15 Rp 1.744.050.160,00
100.1%
Belanja
Rp 1.763.882.065,22 Rp 1.776.744.065,65
99.28%

APBDes 2024 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 30.900.000,00 Rp 30.900.000,00
100%
Dana Desa
Rp 672.328.000,00 Rp 672.328.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 195.925.160,00 Rp 195.925.160,00
100%
Alokasi Dana Desa
Rp 395.397.000,00 Rp 395.397.000,00
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 447.000.000,00 Rp 447.000.000,00
100%
Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp 4.235.695,15 Rp 2.500.000,00
169.43%

APBDes 2024 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 830.436.071,22 Rp 835.890.680,65
99.35%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 578.959.044,00 Rp 586.084.585,00
98.78%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 24.850.000,00 Rp 25.050.000,00
99.2%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 289.536.950,00 Rp 289.618.800,00
99.97%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 40.100.000,00 Rp 40.100.000,00
100%